Kesenian Indonesia Wayang Pregiwa

on

Pregiwa-Solo-01

Endang Pregiwa merupakan anak dari Arjuna dengan Dewi Manuhara. Arjuna merupakan putra dari Prabu Pandu dengan Dewi Kunthi sedangkan Dewi Manuhara merupakan putri dari Bagawan Sidik dari pertapaan Andong Sumiwi. Pregiwati memiliki adik kembar bernama Pregiwawati (namun, ada yang mengatakan pula bahwa Pregiwati bukan merupakan anak Manuhara dengan Arjuna, melainkan anak dari Banowati) dan 12 saudara lain yang berbeda ibu bernama Abimanyu, Sumitra, Bratalaras, Bambang Irawan, Kumaladewa, Kumalasakti, Wilugangga, Prabakusuma, Wijanarka, Antakadewa dan Bambang Sumbada. Pergiwa kemudian menikah dengan Raden Gatotkaca, putera Raden Werkudara dengan Dewi Arimbi. Dari pernikahan itu, mereka dikarunia seorang putera yang kemudian diberinama Arya Sasikirana.

Diceritakan, sejak kecil Pregiwa dan Pregiwati tinggal di pertapaan Andong Sumiwi bersama ibu dan kakeknya. Setelah remaja, keduanya meninggalkan pertapaan pergi ke Mandukara untuk mencari ayahnya Arjuna yang sedang meneruskan darmanya sebagai kesatria. Selama perjalanan untuk menumui Arjuna, mereka dikawal oleh seorang abdi bernama Janaloka. Sebelum berangkat, Bagawan Sidik meminta Janaloka bersumpah untuk selalu menjaga dan tidak akan melakukan hal yang macam-macam kepada Pregiwa dan Pregiwati dan iapun menyanggupi sumpah tersebut.

Janaloka ini ternyata berniat untuk menyunting kakak-beradik Pregiwa dan Pregiwati. Pada jaman dahulu kala, Janaloka menaruh hati kepada ibu Pregiwa dan Pregiwati yakni Manuhara namun, apadaya kasih tak sampai karena Manuhara menikah dengan Arjuna. Akhirnya Janaloka berusaha untuk menaklukan hati kembar bersaudara Pregiwa dan Pregiwati dengan cara melontarkan rayuan dan menghibur kakak beradik tersebut selama perjalanan. Namun, kedua nya yang masih lugu dan polos tidak ada yang meyadari maksud dari Janaloka dan hanya menganggapnya sebagai hiburan saja.

Pada suatu ketika ditengah hutan, mereka sedang duduk beristirahat. Janaloka sebagai abdi yang menyiapkan jamuan untuk kedua putri, menjadi semakin tak ada jarak diantara mereka. Semakin meluaplah  ke”laki-laki”an Janaloka. Semakin dekat semakin meluap dan tak terbendung. Maka bagai seekor macan yang menemukan seekor kelinci, dengan beringas Janaloka berusaha untuk bertindak kurang ajar terhadap kedua putri tersebut. Namun, dengan segala daya upaya, Pregiwa dan Pregiwati berusaha menyadarkan Janaloka dari nafsu syetannya.  Diingatkan pula padanya akan sumpah dan janji setianya kepada kakek mereka, Sang Begawan Sidiqwacana. Dan entah ada angin apa yang meniup hutan itu, Janaloka bisa menyadari kesalahannya, dan seketika pula duduk bersimpuh dan memohon ampun pada tuan putri. Namun bagaimanapun, sumpah telah dilanggar. Sejak peristiwa itu, selama dalam perjalanan, Janaloka merasakan lapar dan dahaga yang luar biasa, semua tempat yang dilaluinya menjadi kering, tak dapat dimakan olehnya.  Selama itu pula penderitaanya harus dia rasakan, sebagai buah dari sumpahnya sendiri yang telah dia langgar. Ia pun akhirnya tewas ditengah perjalanan karena dibunuh oleh para Kurawa yang sedang memburu Pregiwa dan Pregiwati. Janaloka berusaha melindungi kedua putri tersebut yang dipercaya para Kurawa sebagai patah kembar untuk memenuhi perlombaan yang diadakan oleh Siti Sendari.

Pergiwa dan Pergiwati terus dikejar oleh para Kurawa namun, dalam pengejaran itu mereka bertemu dengan Abimanyu, kakak mereka berdua tetapi lain ibu. Setelah menceritakan permasalahan yang dihadapi mereka berdua maka kemudian Abimanyu menyerang para Kurawa. Karena jumlah yang tidak seimbang  dan keadaan sangat mendesak datanglah Gatotkaca dari angkasa.  Gatotkaca pun mengalahkan para Kurawa. Akhirnya Pergiwa dan Pergiwati diantarkan Abimanyu dengan pengawalan Gatotkaca untuk menemui Arjuna.

Dikisahkan pula tentang Pergiwa dan Gatotkaca yang saling mencintai. Namun, Arjuna telah menjodohkannya dengan Lesmana. Pada saat itu rombongan pelamar dan manten Hastinapura pun berangkat. lengkap dengan pasukan dan segala macam jenis umbul umbul kebesaran dan simbol pernikahan. Sesampainya di Madukoro Danyang Drona yang berbicara dan merayu Arjuna. Maka dengan segala tipu muslihat licik, akhirnya Arjuna tidak mampu menolak. Lamaran Hastinapura diterima. Lesmana segera bersanding dengan Pergiwa. kemudian utusan ke Yodipati dikirim untuk mengirimkan kabar bahwa lamaran Gatotkaca ditolak, sedangkan rombongan penganten Hastina dipersilahkan menginap di Madukoro.

Gatotkaca tampak sangat kecewa, tapi dihibur oleh para Punakawan. dan Petruk berjanji akan berusaha mempertemukan cinta mereka berdua kembali. Maka berangkatlah Gatotkaca ke Madukoro. Menyelinap bersama Petruk ke kaputren Madukoro tempat Pergiwa tinggal. Petruk bertugas menjaga diluar. sementara Gatotkaca masuk ke dalam menemui Pergiwa. Pergiwa menyambut Gatotkaca.

Gatotkaca pun menanyakan kabar pernikahan Lesmana dengan dirinya dan Pergiwa pun tunduk mengiyakan kebenaran kabar itu. Sebenarnya hal itu dilakukan Pergiwa untuk menguji cinta Gatotkaca. Iapun sebenarnya menerima lamaran itu karena merasa tidak enak kepada Arjuna. Merekapun berpelukan dan Lesmana mencari mempelainya Pergiwa. Namun, pada saat itu Petruk yang berjaga diluar terlibat perkelahian demi melindungi Gatotkaca. Lesmana mengetahui Gatotkaca di dalam segera memamanggil para Kurawa menyerang istana kaputren. Gatotkaca mengalahkan semua pasukan kurawa termasuk danyang Drona.

Danyang Drona marah dan mengadu pada Harjuna bahwa Gatotkaca telah berbuat tak senonoh dengan Pergiwa. Arjuna marah dan segera menghadapi Gatotkaca. Arjuna mengeluarkan beberapa pusakanya sementara Gatotkaca takjim tak melawan sama sekali. Arjuna makin marah mengira diremehkan. Petruk sangat kuatir melihat keadaan ini. apalagi arjuna mengeluarkan cemeti kyai pamuk yg dihantamkan ke tubuh Gatotkaca berulang ulang.

Petruk lari ke Yodipati. dan membangunkan Werkudoro. tapi dibangunkan berulang ulang tak bangun. Petruk ingat kisah Kumbokarno yg bisa bangun ketika bulu kakinya dicabut. lalu bulu kaki Werkudoro dicabut. dan Werkudoro bangun. diceritakan anaknya sedang dihajar Arjuna. Werkudoro tenang saja sambil bilang, ah itu tugas Arjuna sebagai paman untuk mengajari Gatotkaca tentang kebenaran. Petruk jadi bingung, lalu dia bilang Gatotkaca bisa mati, Werkudoro bilang biar saja, tidak masalah.

Petruk tidak hilang akal menghadapi ketenangan Werkudoro. dia bilang kalau Harjuna mengumpat umpat dan menjelekkan Werkudoro ketika menyiksa Gatotkaca. langsung Werkudoro sangking marahnya segera berlari ke Madukoro. Petruk ditabrak sampai terjengkang. sampai Madukoro Werkudoro mengamuk dan menghajar Arjuna sejadi jadinya. Berganti Arjuna yang harus lari ke rombongan Ngamarta yg baru datang.Untung dilerai kresna dan puntadewa. ahirnya dijelaskan mengapa Petruk melakukan kebohongan, semua demi Gatotkaca. dan ahirnya Werkudoro berdamai dengan Arjuna. Arjuna menyadari kesalahanya. Pergiwa ditanya apakah bersedia menikah dengan Gatotkaca. Pergiwa menerima. akhirnya Gatotkaca pun menikah dengan Pergiwa. rombongan Hastina dihajar Werkudoro dan balik dengan tangan hampa ke Hastinapura.

Dari kisah-kisah diatas dapat digambarkan sosok Pergiwa yang penyabar, tenang dan setia. Sabar atas segala cobaan yang sedang dihadapinya serta setia pada keluarga dan juga cintanya. Ia dirasa sangat tenang dalam menghadapi situasi sulit sekalipun. Namun, sifat Pergiwa yang kurang tegas saat mengatakan menerima lamaran Lesmana hanya karena tidak enak hati terhadap ayahnya.  Keunikan dari wayang ini ialah lakon ini juga menginspirasi  lahirnya sebuah fragmen tari Gatutkaca Gandrung sebuah tari yang estetis, penuh romantika dan aura asmara namun terkemas dengan elok. Di populerkan oleh pasangan penari wayang Sriwedari legendaris yaitu Rusman dan Darsi.

Sumber

http://caritawayang.blogspot.co.id/2015/04/dewi-pregiwati.html

http://mahabarata121211212.blogspot.co.id/2014/10/mengenal-tokoh-wayangmahabarata-pandawa_13.html

https://blog.hadisukirno.co.id/pergiwa-dan-pergiwati/

http://caritawayang.blogspot.co.id/2015/05/janaloka.html

http://p2tel.or.id/2017/06/wayang-gatutkaca21-pergiwa-pergiwati/

http://mitrabangsa-seni.blogspot.co.id/2010/09/kisah-cinta-gatotkaca-pergiwa.html

http://wayang.wordpress.com/2010/03/10/gatotkaca-nikah/.

http://setkab.go,id/mengenal-koleksi-benda-seni-kenegaraan-bag-5/

http://caritawayang.blogspot.co.id/2015/04/endang-pregiwa.html

 

Tinggalkan komentar